1. Pesantren di Indonesia memiliki kurikulum dan metode pengajaran yang berasal dari budaya Arab yang sangat tradisional dan berdampak besar terhadap cara berpikir santri dan kyai.
2. Meskipun ada aturan ketat di pesantren, hubungan sejenis antara wanita pesantren di Jawa Timur masih terjadi. Hal ini mungkin dapat diinterpretasikan sebagai tindakan perlawanan.
3. Perempuan dipersiapkan untuk menjadi istri yang taat kepada suami, bukan pemimpin.
Artikel ini memberikan gambaran tentang bagaimana kehidupan wanita di pesantren Indonesia, khususnya dalam hal gender dan seksualitas. Artikel ini juga menyoroti hubungan sejenis antara wanita pesantren di Jawa Timur yang mungkin dapat diinterpretasikan sebagai tindakan perlawanan terhadap pandangan Islam tentang seksualitas perempuan dan kekuasaan patriarkal yang dipromosikan di pesantren. Namun, artikel ini tidak menghadirkan kedua belah pihak secara setara, dengan hanya fokus pada pandangan Islam tentang gender dan seksualitas tanpa mempertimbangkan pandangan lainnya atau argumen tandingannya. Selain itu, artikel ini juga tidak menyediakan bukti untuk mendukung beberapa klaim yang dibuatnya, misalnya bahwa hubungan sejenis antara wanita pesantren adalah bentuk perlawanan terhadap pandangan Islam tentang gender dan seksualitas. Artikel ini juga tidak menguraikan risiko apa pun yang mungkin timbul akibat hubungan sejenis antara wanita pesantren.